mp3

Selasa, 26 April 2016

Dragon Nest Awakening | Vengencea Of Nightmare III

Dragon Nest Awakening

Author : NaaChan

Rate : PG-15

“ Fanfict ini hasil karyaku dan hanya dipublis di catatan FB saya bukan dipublis dimana-mana, jika ada tutur kata yang kurang menyenangkan dihati para pembaca saya minta maaf sebesar-besarnya “


*


“ Tidak mau! Aku tidak menginginkannya itu! kenapa tidak kau sendiri yang mencarinya? Atau tidakkah kau mencoba mengajak orang lain selain aku “ balas lelaki itu dengan nada sedikit ketus, namun wanita itu terus membujuknya agar ia bisa membantunya, membantunya hanya untuk kepentingannya sendiri.

“ tidak kah kau tertarik dengan hasil dropnya? dikatakan disana terdapat item kualitas tinggi “

Ohh ayolah jangan menggodaku dengan hal seperti itu kini kau tampak seperti penjilat renta ucap dalam hati lelaki tersebut, ia pun tidak bisa memungkirinya bahwa ia pun sedikit tergoda oleh ucapannya itu pun terlihat jelas oleh lirikan matanya yang sedikit aneh kepadanya dilanjutkan oleh kegugupannya saat ia menjawab pertanyaannya. Wanita itu terlihat sedikit senang karena ia mulai terjebak olehnya kena kau! Ucapnya dalam hati dan kini mulai kembali menambahkan beberapa kata demi kata untuk menjebaknya agar ia pun mengikutinya.

“ jangankan itemnya bahkan potencialnya dengan kualitas tinggi pun ada disana? Bagaimana? Mau ikut? “ ucapnya dengan menaikan sebelah alisnya. kena kau penguntit! Inilah akibatnya setelah mengusirku tadi! Ia hanya menambahkan bualan-bualannya hanya untuk membalas perbuatan yang telah ia dapatkan, mungkin saat ini lah waktu yang tepat untuk membalasnya dan ia yakin bahwa sekarang lah ia pasti akan berhasil membalasnya.

“ aku butuh waktu untuk berfikir, tinggalkan aku sendiri disini “ jawab lelaki itu dengan nada sedikit kasar.

“ baik, jam 10 tepat di gerbang Riverworth Ruins aku tunggu disana “ jawab wanita itu dengan santai, ia yaki dengan sangat bahwa bualannya itu pasti akan menggodanya dan mulai melangkahkan kakinya menuju keluar dari penginapannya untuk membiarkan ia berfikir sejenak. Bagi lelaki itu Item kualitas tinggi dan potencial kualitas itu menghasilkannya dari monster kemungkinannya sangat kecil, mungkinkah ia tengah menjebaknya?

**

“ penguntit bodoh! Sebenarnya dia niat atau tidak sih menuju kesana? “

Wanita itu tampak sedikit kesal, bagaimana tidak ia merasa ditipu olehnya ia menganggap bahwa kelakuannya adalah kesalahan yang besar pasalnya ia yang harusnya menipu orang bukanlah ia yang ditipu seperti ini. “perduli setan dengannya! ada atau tidak dengannya aku berangkat sekarang! Ucapnya dan ia mulai memasuki gerbang utara Lotus Marsh. Bagaimana tidak sudah lebih dari 2 jam ia menunggu jawabannya namun ia tidak kunjung datang kemari. Sementara itu lelaki merasa tidak perduli dengannya, ia berfikir mungkin itu hanya omong kosong semata dan kemudian ia pun mulai beranjak dari tempatnya dan memulai mencari target selanjutnya.


***


“ maafkan aku nona, tetapi aku tidak bisa menolak tugas ini “


Ia pun memulai aksinya yang keji, ia mulai membantai beberapa para penyihir wanita yang berada di Riverworth Ruins itu terlihat dari tetesan noda darah yang mengalir pada pedangnya, dengan wujud yang berbeda ( Nightmare ) ia tampaknya tidak merasakan sedikit kasihan kepadanya setelah membunuhnya dan kemudian menghancurkan jasadnya menjadi debu dengan kemampuannya yang memanggil.... mungkin seperti laser pemotong yang tidak beraturan itu ( Vengencea Strom ). Ia yang masih dikuasai oleh kebencian kemudian mulai mencari sisa para penyihir yang berhasil lolos.


Ughh~~~


Penolakan energi pun terjadi pada lelaki itu, segeralah ia mencengkram kuat kepalanya agar ia bisa menstabilkan energi tersebut. teriak demi teriakan yang ia lontarkan mulai menimbbulkan gema yang mungkin sedikit menganggu bahkan para burung itu pun mulai mengepakan sayapnya untuk menjauh pada pohon yang ia tempati tadi, wajar saja ia pun merasa terganggu oleh suaranya. Sempat ia terjatuh dan menahan sakit yang teramat sangat di kepalanya karena hanya dengan beginilah ia akan terbebas oleh kutukannya namun ini terlalu beda, ini tidak seperti biasanya yang memerlukan waktu kurang dari 2 menit ia terus meronta dan sesekali mulai mengayuhkan pedangnya kesembarang arah bahkan pohon ex pun harus tumbang oleh ayuhan pedangnya yang cukup keras.


“ cepatlah kembali dari tubuhku! “ begitulah yang ia ucapkan saat mulai menetralisir dari wujud yang menyeramkan itu kembali menjadi wujud semulanya sembari perlahan melangkahkan kakinya menuju sarang Mutan Habitat.



****



“ bisakah kau merasakan panasnya api ini? Ahaha... hahahhaha.... “

Dengan kerampilan tangannya, wanita itu pun segera membakar monster kumbang beserta sarangnya dengan menggunakan tongkatnya sebagai perantara yang ia tunjukan kepadanya ( Inferno ) dan dilanjutkan dengan melafalkan mantra untuk meledakkan monster tersebut yang masih terbakar menjadi debu ( Ignite ) .

“ paman itu menipuku! Bahkan sarang ini terlalu mudah untuk ku masuki walau hanya seorang “ lirih pelan gadis itu dengan melihat sekitar, ia berharap ia menemukan beberapa barang yang berharga tetapi harapannya pun seketika pupus saat ia tau bahwa itu tidak ada yang membuatnya berharga satupun barang tersebut, kemudian ia mulai berjalan lebih dalam dan berharap akan mendapatkan sesuatu yang berharga. Namun langkahnya terhenti saat ia melihat beberapa beberapa monster tergeletak kaku di hadapan seorang lelaki itu, ia tidak menyangka bahwa ia akan bertemu dengan seorang pertualang lain, dari raut expresinya ia tidak menyukai kehadirannya karena ini akan menganggunya tidak! Tidak akan kubiarkan barang berharga itu jatuh semua ditanganmu. Namun ia pun sedikit terkejut saat melihat lelaki didepannya berbalik kepadanya yang ternyata itu adalah lelaki di penginapan. Tapi, tapi mengapa wajahnya seperti itu? dengan wajah yang menyeramkan tersebut, hanya dibagian kirinya saja? Apa yang terjadi dengannya?


“ penguntit, apa itu kau? Dan apa yang terjadi denganmu? “


“ CEPAT LARI!!! LARI!!!! “


Teriakan lelaki itu pun begitu keras dan membuat wanita tersebut jatuh, ia bisa merasakan kekuatan yang hebat berada dalam dirinya. Matanya pun makin membesar saat ia melihat lelaki itu pun menahan kesakitan yang luar biasa dan seketika ia pun berhenti bergerak dan memulai menyerang monster kumbang itu dengan brutal, karena teriakannya itulah bukan membuat wanita itu merasa terkejut melainkan para kumbang pun merasa terganggu dan mulai menyerang secara berkelompok. Karena penyerangan yang diberikan lebih kuat dari yang dibayakngkan satu per satu kumbang itu pun terjatuh dan tidak ada tanda-tanda kehidupan darinya. Selesai dengan mereka semuanya kembali lah ia membalikan dirinya dan menatap tajam pada wanita tersebut. ia pun menunjukan senyum, tetapi itu bukanlah senyum seperti senyum pada umumnya melainkan senyum karena ia akan mendapatkan mangsa baru.


“ Boo “


Seketika lelaki itu pun berada dihadapannya, pergerakannya begitu cepat. Tanpa aba-aba yang jelas ia mulai mengayuhkan pedangnya pada wanita tersebut namun wanita itu pun segera sadar dan menangkat tongkatnya tinggi-tinggi untuk menahannya serangannya yang ia berikan.

“ apa yang kau lakukan? “ jawabnya dengan menahan tenaga yang ia berikan kepadanya, ia tau kalo ia pasti akan mati jika ia terus seperti ini tapi apakah memungkinkan ia untuk kabur dengan seperti ini? Namun ia tidak akan pernah tau sebelum ia mencobanya, ia melepaskan energi dorongan yang begitu besar kepadanya dan wajar saja ia terkena dampak dorongan tersebut walaupun itu tidak menghasilkan luka yang cukup parah ( Shockwave ). Namun lelaki itu tidak begitu saja menyerah ia mulai melepaskan ketrampilan menggunakan pedangnya dengan memotong ke depan ( Dark Stinger ) dan dilanjutkan dengan gerakan membelah lawannya sebanyak 3x ( Graves ). Serangan yang diberikan olehnya membuat ia terlempar dan mengenai sarang kumbang tersebut yang sudah sebagian hancur, baginya ini adalah kesempatan untuk membunuh wanita tersebut tetapi itu salah. Sebaliknya, kini lelaki itu yang berada dalam posisi yang berbahaya. Disaat ia terjatuh dan tidak sadarkan diri lelaki itu merasakan panas yang tidak biasa bahkan panasnya larva yang ia miliki masih kalah jauh olehnya. Berawal dari 45 drajat panas sarang tersebut kini panasnya meningkat drastis menjadi 150 drajat dan naik lagi menjadi 170 drajat, akibat panas tersebut seluruh pohon mulai terbakar bukan hanya itu batu-batu pun terbakar tempat ini bagai neraka yang sangat menakutkan.

“ Pyromancer! “ ucap lelaki itu yang dengan menutup matanya akibat silaunya api yang berpijar membakari tempat tersebut. saat api itu semakin membesar, terlihat bayangan seorang wanita pun berjalan diantara panasnya api tersebut. tatapannya kini menjadi berbeda dari sebelumnya saat ia pertama kali bertemu.

“ tidak, Elemental Lord lah lebih tepatnya “ ucap wanita itu dengan serius.

Tidak ada komentar: